Senin, 09 Januari 2012

Tarbiyah Itu Melejitkan Potensi

dakwatuna.com - Tarbiyah Islamiyah adalah proses penyiapan manusia yang shalih agar tercapai keseimbangan potensi, tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan. Visi tarbiyah mencetak kader Rabbani dengan sepuluh karakteristik yang kita sudah ketahui bersama. Singkat kata tarbiyah ingin membentuk generasi unggul seperti para sahabat terdahulu yang berhasil membangkitkan Islam pada awal berdirinya.
Di rumah Abu Abdillah Al Arqam bin Abi Al Arqam para sahabat biasa mengikuti halaqah yang langsung ditangani oleh Rasulullah saw. Begitu pun tarbiyah, halaqah adalah fondasi dasar pembentukan kader-kader unggul.
Dalam berbagai teori kesuksesan Barat, menjadi sukses memerlukan coach. Dalam Halaqoh pun peran murabbi sangat sentral untuk mengimplementasikan manhaj pembinaan pada kader-kader dalam lingkaran halaqahnya. Pada proses awal halaqah, di saat seseorang baru berkenalan dengan Islam yang universal akan terjadi kecenderungan perubahan radikal pada dirinya, tak jarang polah tingkahnya pun menjadi radikal. Namun hal itu masih dalam batas yang wajar, dalam proses selanjutnya akan terjadi pendewasaan dan pematangan ideologis dalam diri kader tersebut.
Dalam perjalanannya banyak muncul fenomena figuritas kader terhadap murabbi atau anggapan bahwa halaqah adalah segalanya, itu biasa terjadi dan solusi terkait pun sudah banyak. Namun ada beberapa fenomena lain yang berkembang dari perjalanan halaqah kini, yaitu seputar karakter kader yang terbentuk, di antaranya berpikiran sempit dan tak bervisi serta macam-macam karakter tak unggul lainnya yang menggambarkan tak kunjung matang dan dewasanya sebuah proses ideologisasi. Padahal seharusnya tarbiyah mampu merubah pecundang menjadi pemenang dan dapat memunculkan potensi yang terpendam.
Apa penyebabnya? Tak lain karena peranan tarbiyah dzatiyah yang tak mereka punyai dalam diri. Bagaimanapun tarbiyah dzatiyah atau pengalaman belajar mandiri justru memiliki peranan besar dalam proses pembinaan kader itu sendiri.
Kesadaran akan pengalaman belajar mandiri ini yang harusnya dipantik dalam proses halaqah dan di sinilah sejatinya peran seorang murabbi sebagai coach. Murabbi harus berperan sebagai fasilitator dalam melejitkan potensi binaannya, bukan hanya memutabaah ibadah yaumiyah dan komitmen berjamaahnya saja. Hal ini yang menyebabkan terkekangnya potensi kader.
Sebuah refleksi untuk para murabbi termasuk saya, sudahkah kita membuat visi halaqah binaan kita? Jika sudah, apakah visi tersebut dijiwai sebagai acuan dalam proses pembinaan atau tidak? Gagal berencana sama saja merencanakan kegagalan. Tak ada visi dalam halaqah yang pada akhirnya menjadi penyebab tumpulnya potensi kader, karena Tarbiyah itu melejitkan potensi bukan mengekang.

Jumat, 30 Desember 2011

Roti fresh Sejuta hati Untuk semua

Sebuah kata Unik yang selalu aku ingat setelah beberapa bulan lalu ikut acara ini
ya Roti Fresh,apa sih arti di balik sebuah nama unik ini pastinya banyak orang tertipu dengan nama Roti Fresh ada beberapa teman berfikir ini sebuah acara pembukaan toko roti *plis deh ya ,ada juga yang bilang ini acara bagi-bagi rati * dikira korban bencana ya hahaha

kembali ke permasalahan awal Roti fresh kepanjangan dari Return Of Tuker Ilmu Freedom Of Sharing
wah semuanya pada ketipu kan,ya ini adalah sebuah acara sharing dan tuker ilmu buat para komunitas yang ada di kota semarang ,sangat informatif sekali.

mungkin saya adalah anak baru yang tergabung dalam acara Roti fresh
saya lupa kapan pertama kali saya ikutan acara Roti fresh.yang saya ingat adalah saat tema tentang jadi hoby bisa mendapatkan uang yang membahas blog tentang masakan dan hobi melukis ( sukartoen) kalau tidak salah sih itu
.....bulan selanjutnya saya pernah datang di Roti Fresh saat mengusung sebuah tema tentang Radio Streaming ,,,dan saat tema inilah saya menjadi semakin banyak kenal para komunitas yang ada di semarang.....selain itu saya juga datang jauh-jauh ke jogja demi roti fresh teman-teman ,kalau menurutku tidak ada salahnya saya jauh-jauh dari semarang buat menghadiri acara tersebut...dan yang paling terakir adalah tema " travelling is eassy " ini adalah tema yang paling aku nantikan dari dulu...dan akhirnya pun terealisasikan juga setelah ngobrol sama salah satu founder RF waktu di jogja dulu *lupa saya namanya


dari perjalanan saya mengkuti acara RF,banyak banget yang harus di lakukan perubahan oleh mas didut DKK
apa saja ya kira-kira ..yuk mari telusuri jejak singkatku bersama RF

1. lokasi warung wedangan itu kurang srategis,kenapa tidak ambil lokasi yang lebih mudah di jangkau saja ( dulu waktu pertama kali datang di warung wedangan mencari alamatnya susah sekali sampai ban motor bocor di dekatnya rel kereta )
2.kenapa kalau kuis harus lewat tweet ? seharusnya bagi yang tanya bisa dunk di kasih hadiah juga
3 kudu harus ada pembicara yang membawakan suasana yg lebih informatif ,yang terakir masalah backpacker saya sangat kecewa JUJUR saya tidak mendapatkan apa-apa disana.
4.RF itu biasanya bikin bosen juga acaranya ,contohnya kalau pembicaranya itu kurang menginspirasi apa bedanya dia sama kita ^_^


di luar komen saya diatas RF telah memberikan banyak manfaat buat saya ribadi dan komunitas lingkungan saya,RF juga telah memberikan banyak ilmu,teman danberbagai hal yang tidak akan pernah saya dapatkan dimanapun...RF kudu cari tempat yang lebih srategis,sekali-kali datengin dunk pembicara dari luar semarang kayak si nicko JOGJA dulu yang bahas masalah BLOG


SUKSES ya buat RF di tahun 2012
semoga semakin lebih menginspirasi buat teman-teman lainya
Luar biasa sekali buat RF ,pertama Di INDONESIA


selamat tahun tahun 2012...
oiya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sponsor RF TELKOMSEL ,sponsor yang selalu menemani kita saat acara RF berlangsung dan selalu kasih yang terbaik juga buat penikmat RF. kalau mau tau lebih jauh soal TELKOMSEL yuk kunjungi websitenya di /http://tseljatengdiy.com/



                                                           saat RF road to JOGJA


                                                            Saat tema Radio Streaming



                                                        saat saya dapat hadiah Tas Batik


Kamis, 22 Desember 2011

Asean Para Games

Siapa sih yang tidak tau dengan Asean Para Games ..pastinya banyak orang udah tau donk ya..yuks mari dengerin cerita aku tentang APG ( Asean Para Games)

1 minggu yang lalu tepatnya di hari kamis tanggal 15 desember 2011,petualangan di kota solo di mulai,ah itu tidak usah di bahas lagi udah ada postinganku teantang nge BOLANG SOLO PART 1..bisa baca disana bagaimana perjuangan aku sebagai seorang backapcker sejati menguak tabir di balik kota solo..jiah malah curcol deh..hiks hiks hiks

yuk mari dilanjutkan ceritanya....

pada postingan yang terdahulu sudah sedikit cerita soal opening ceremony,ini sedikit share soal suasana di Stadion manahan solo deh ya...wah pastinya gak bakal kalah seru deh sama sea games jakarta dan palembang bulan lalu.







wah gimna ,seru kan suasana opening ceremoninya
sebenernya sih masih ada cerita selain opening ceremony...soalnya pas hari rabu tgl 14 des 2011
di solo juga ada kirab,sangat disayangkan sekali tidak bisa menikamati sebuah momen yang luar biasa itu,padahal jarak antara semarang dan solo itu deket sekali ^____^ never nind guys...


yuk mari di lanjut cerita selanjutnya
setelah berlama-lama dengan suasana malam di solo
saatnya kita untuk merobek kota solo,loh bahasanya saja sangar bener ya,merobek kota solo
intinya cari tau , ada apa sih di kota solo selama APG ( Asean Para Games )
seperti biasanya juga aku di temeni adik yang paling baik hatinya,yang banyak aku susahkan,untuk ikut menjadi seorang backpacker di kota solo
ada apa sih di APG solo ??? veneu apa ajah yang terdapat disana ..yuk cekidot langsung di lihat...








hem tak hanya itu saja loh kita saat berkunjung di veneu renang ketemu menpora
yuk di lihat lagi fotonya adik melina sama pak menpora andi malarangeng


wah muka aku keliatan item dan kucel sekaliii
kayaknya karena kecapean ya atau memang udah dari dulu kayak gitu
sekarang saatnya kita merenung deh ya


saat di veneu renang ,sempat mewawancarai seorang atlit renang dari indonesia
namnya mas heri asli dari pontianak.walaupun dia tidak memiliki organ sempurna tapi dia mampu memberikan yang terbaik buat bangsa indonesia,wah jadi terharu ya....
masak kita yang punya organ lengkap tidak mampu berprestasi sih..wah itu mah sangat di sayangkan sekali ya teman....dia mendapatkan medali perak ..selamat ya buat mas heri..dapat bonus juga tuh mas 20 juta dari Pemerintah,semoga saja tidak di rapel ya ^++^^

ternyata mas heri ini juga salah satu pegawai PNS loh di pontinak..wah tambah salut saja nih,aku saja kuliah belum lulus nih...






betapa bangganya ya saat kita bisa mempersembahkan yang terbaik buat bangsa INDONESIA
betapa terharunya IBU PERTIWI
ya selamat buat para pejuang INDONESIA
teruslah berkarya


HIDUP INDONESIA
PASTI BISA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Rabu, 21 Desember 2011

15 hari “ SAATNYA PEMUDA BERGERAK TIDAK CUMA BERMIMPI “

Mungkin suasana di villa aryantika tidak akan pernah di lupakan oleh 200 pemuda hebat yang tergabung dalam keluarga Young Leaders Summit 2011,3 minggu yang lalu saat kita masih bisa saling saring ,saling bertukar ide,dan pengalaman pastinya tidak akan pernah di lupakan atau malah akan selalu pengen sekali untuk kembali ke waktu itu,tapi itu hanya sekedar angan belaka toh sekarang kita sudah berada pada dunia masing-masing,kehidupan yang selalu menuntut kita untuk think smart  dan harus bisa menempatkan diri pada poros yang tepat supaya kita tidak akan pernah merasakan yang namanya kata “ GAGAL” untuk kesekian kalinya.

          Pasti banyak orang akan bertanya,apa makna dari judul  15 hari “ SAATNYA PEMUDA BERGERAK TIDAK CUMA BERMIMPI “. Berawal dari sebuah mimpi,dan sebuah harapan yang harus di realisasikan tidak hanya sekedar ide dan gagasan belaka,tapi sebagai pemuda kita harus mampu bergerak dan memulai untuk berkontribusi.sebagai pemuda kita tidak boleh hanya mengeluh dan diam menunggu sebuah perubahan,apa kata dunia jika pemuda Indonesia hanya banyak mengeluh saja..bagaimana persaan para pejuang yang telah berjuang keras merebut KEMERDEKAAN,apakah sang ibu pertiwi tidak akan menangis melihat kita Cuma diam tanpa sebuah pergerakan,bagaimana sang garuda akan mengepakan sayapnya jika kita tidak juga melakukan sebuah Pergerakan.

          3 hari di bogor mungkin tidak cukup buat para 200 pemuda hebat untuk bertukar ide dan pengalaman,tapi 3 hari itu telah membuat saya memulai untuk bergerak dan banyak ilmu yang aku dapatkan.banyak ispirasi yang datang,dan mulai banyak ide yang kedepanya aku lakukan untuk membikin sebuah perubahan.saat saya tergabung dalam kelompok Tan Malaka yang mendapatkan sebuah project Sekolah Rakyat Bogor ,dari sanalah makna sebuah Kemerdekaan itu mulai saya pertanyakan,apa sebenarnya makna dari Merdeka itu? Apa hanya saat kita perang menang? Atau banyak rakyat yang mulai menikmati kehidupan yang layak,layak dalam pendidikan,layak kesehatan dll.tapi Kemerdekaan itu sungguh tidak di rasakan rakyat bogor kususnya di sekitar cisarua.dalam pikiran setiap orang pasti kota bogor adalah sebuah kota yang indah,dan mungkin bahkan tidak akan pernah ada orang yang putus sekolah,tapi kenyataanya banyak permasalahan disana mulai banyak anak usia produktif yang putus sekolah,dan mindset para orang tua yang masih berfikir “ Buat apa sekolah kalau nanti juga jadi petani,kalau nanti juga jadi istri di dapur “ apa kata dunia jika Mindset mereka masih seperti itu.

          Sekolah Rakyat Bogor adalah salah satu solusinya,walaupun banyak tantangan dan hambatan tapi para Pejuang Bogor tidak pernah lelah walaupun kebanyakan dari Volenteer nya adalah seorang guru yang dari pagi ngajar ,tapi beliau tidak pernah capek dan patah semangat. Saya masih ingat dari kata seorang guru sekolah rakyat bogor “ kami dari pagi ngajar,tapi itu tidak membuat kami lelah,walaupun banyak hambatan tapi itu membuat kami terus mencari sebuah solusi,walaupun disini gaji kami habis buat transportasi buat ke tempat ngajar tapi itu tidak masalah yang terpenting adalah banyak anak yang mulai bisa sekolah lagi dan memiliki cita-cita,walaupun sekolah kami hanya beralaskan tikar dan Cuma hanya 1 papan tulis dari 3 kelas yang ada tapi bagi kami itu bukan masalah terbesar,yang menjadi masalah adalah saat orang tua murid tidak memperbolehkan anaknya untuk sekolah “. Sungguh ironis bukan,apa kata dunia jika kita sebagai pemuda tidak peka terhadap apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar , kita tidak mulai bergerak dan mencari sebuah solusi.
          Dari situlah saya belajar banyak hal,saya berusaha peka dan mencari permasalahan yang ada di kota Nganjuk Jawa Timur,kota yang memberikan banyak ilmu dan pengalaman selama 5 tahun.mungkin kota Nganjuk tidak memiliki angka putus sekolah yang tinggi tapi ada masalah besar yang saya cermati,pemberdayaan pemuda yang kurang dan minimnya kegiatan social yang ada.disnilah saya timbul sebuah ide untuk membuat kegiatan sosial yang konsen pada bidang pendidikan,pada awalnya saya ingin mendirikan sebuah komunitas Nganjuk Mengajar yang memberikan sekolah gratis dan ijasah Paket B dan Paket C kepada setiap murid,ada beberapa tempat yang kami pakai 4 kecamatan yaitu kecamatan Rejoso,Kecamatan gondang,Kecamatan Wilangan ,dan Kecamatan Sawahan.di setiap sebuah pergerakan pasti timbul sebuah hambatan,itulah yang terjadi pada Tim Nganjuk Mengajar,saat saya berkunjung di dinas Dikpora bersama yani racmawati  di bagian PLS (Pendidikan Luar Sekolah ) yang biasanya mengurus masalah sekolah kejar Paket ternyata hampir seluruh kecamatan sudah ada,dan menurut ibu hesti semua kegiatan itu sudah aktif berjalan saat Pemerintah Mewajibkan Wajib Belajar 9 tahun.kami sebagai pemuda harus berusaha untuk berfikir cerdas dan tepat,menurut saran dari mbk tantien salah satu teman di YLS yang sudah berkecimpung di dunia pendidikan,kenapa tidak buka rumah baca dulu saja ? ,dan dari situlah muncul sebuah ide baru untuk membuka Rumah Baca Nganjuk “ together be smart “,ya 15 hari yang lalu lah kami memulai pergerakan ini,dan sangat luar biasa sekali antusias dari warga nganjuk dan para pemuda di dalamnnya saya sangat tidak menyangka.dalam waktu 15 hari penggalangan buku udah mencapai 20 kardus,dan setiap hari ada buku yang masuk dan diambil oleh tim Rumah Baca Nganjuk.

          Para pejuang yang lainya mulai berdatangan untuk menawarkan rumah mereka untuk dibuat rumah baca itu,saya percaya ALLAH itu selalu menolong hambanya yang lagi meminta pertolongan,banyak sekali tawaran yang datang selama 15 hari itu,selain tawaran rumah yang ditempai sebagai tempat baca juga beberapa sekolah yang ada di nganjuk menawarakan untuk membantu penggalanga buku di sekolahnya,sebuah radio juga menawarakan untuk menyiarkan secara gratis padahal awalnya kami disuruh bayar 7500/1 menit dan semua itu datang dengan tiba-tiba.selain itu banyak para volunteer yang mendaftarkan diri untuk ikut mengajar di rumah baca nganjuk,oleh sebab itu Rumah baca Nganjuk selain membuka perpustakaan setiap satu minggu sekali kami juga mengadakan les bahasa inggris ,matematika,melukis,menari,dll dan semuanya yang mengajar adalah para volunteer.serasa seperti sanggar pasti nantinya Rumah Baca Nganjuk “Together Be Smart “.semua itu hanya datang dalam waktu 15 hari.

          Jangan pernah takut untuk memulai sebuah pergerakan,jangan pernah takut dengan sebuah hambatan karena seorang pemuda itu penuh dengan daya kreasi dan kudu harus mesti berfikir cerdas dan cepat untuk mencari sebuah solusinya itu.kalau puny aide silahkan di lakukan jangan hanya di pendam di otak saja….

Terima kasih buat teman2 Young Leaders Summit 2011 yang telah member saya banyak ilmu
Buat Mbk Tantien yang selalu mensupport dan memberikan masukan
Buat pak imam yang telah banyak memrikan masukan walaupun hanya lewat tlp
Buat bella yang jauh di jambi makasih juga ilmu yang kamu kasih
Baut tim ku yudha,tiwi,yani,ulfi,restania,nurul,muazir dan gak bisa aku sebutin satu-satu maksih banyak ^_^

MARI BERGERAK DAN MULAI MEMBUAT SEBUAH PERUBAHAN


Kamis, 15 Desember 2011

Bolang SOLO Part 1


Mungkin ini bukan perjalanan atau liburan pertamaku ke solo,tapi aku ingin menulis sedikit pengalaman di malam ini,dimalam yang mebuatku semakin tahu dan merasakan menjadi seorang backpacker sejati,ya ngebolang di negeri sendiri di sebuah kota yang terkenal dengan budayanya,kota yang masih kental dengan sistem kerajanan dan sultan sebagai pemegang kekuasaan penuh,SURAKARTA…semua itu berawal dari sebuah tugas bahasa Indonesia yang di berikan oleh seorang dosen galak dan sinis,mungkin memang semua ini adalah kesalahanku . dari 14 kali pertemuan kuliah aku hanya tercatat masuk kuliah 6 kali saja..bayangkan  Cuma 6 KALI,apa itu dulu sebabnya saya mendapatkan nilai C…ah tidak usah di bahas lagi soal nilai serasa sensitif dan pengen membakar buku kuliah abunya di seduh di air dan di minum supaya materi dan bahan ujian bisa langsung ada di otak * kambali ke mindset SMA

            Tepat pukul jam 17.00 WIB aku sms seorang teman sebut saja wahyu,sahabat yang aku kenal saat di perkumpulan mahasiswa kota Nganjuk (KEMANGI),selama ini dialah yang selalu menampung aku selama di solo,sudah seperti saudara sendiri.teman yang sering aku repotkan sejak 2 tahun lalu,padahal dia main kesemarang saja Cuma 2 kali sedangkan aku main ke solo sudah berapa kali,tak terhingga sampai lupa aku..saat itu aku menanyakan soal tiket masuk untuk melihat Open Ceremony PARASEAGAMES,dan saat kami berbicang masalah tiket dia tidak mendapatkan tiket satupun dan katanya juga ada seorang calo yang menjual tiket 20rb/tiket,dan saat itu juga aku sms si Melina seorang teman baru yang aku kenal sekitar 2 minggu yang lalu di acara Young Leaders Summit,dia bilang kalau sudah mendapatkan tiket secara gratis dan aku langsung sms wahyu lagi ternyata saat sampai pukul jam 17.30 Wib tidak ada respon sama sekali.obrolanku berlanjut dengan Melina dan peny ( sahabat Melina ),peny adalah teman baruku yang juga kenal di acara Young Leaders Summit..cewek kecil yang sangat rempong ini adalah seorang LO di Paraseagames,gimana tidak rempong acara di bogor selama 3 hari saja dia membawa koper baru yang masih ada capnya dan besarnyapun Luar Biasa.

            Tepat pukul 17.30 Wib setelah shalat magrib aku langsung menuju sukun untuk menacari bus jurusan solo bersama 3 temanku,selama perjalanan aku tetap smsan sama Melina dan peny Tanya soal Opening Ceremony dan transportasi dari tertonadi ke stadion Manahan.selang beberapa lama aku smsan sama kedua anak ajaib itu,telah sampailah di terminal Tirtonadi.suasana yang sudah tidak asing lagi,baru 4 hari yang lalu aku berada disini ,saat transit dari Nganjuk menuju Semarang.guyuran air hujanpun juga memberikan suasana beda di malam inu,ya bisa di bilang malam romantis yang akan aku lalui di kota SOLO,dan tidak akan pernah terlupakan…hahahah,setelah sampai di solo saya dengan 3 teman saya pisah..setelah mereka memutuskun pergi kemanahan aku berniat langsung cari tumpangan untuk menginap, mungkin cari teman-teman yang kuliah di UNS,tapi saat aku meminta bantuan si Melina dan peny tak satupun teman dia yang meresponya *GALAU TINGKAT DEWA

            Walaupun belum ada tujuan yang jelas kaki ini berusaha aku pijakan di lantai terminal yang keliatan kumuh sekali,kaki ini mulai berjalan keluar terminal yang ada di samping kanan atau sebelah timur terminal.banyak para tukang ojek,tukang becak dan sopir taksi yang menawarkan jasanya tapi semua itu tidak aku hiraukan karena saat itu aku mencari sebuah ATM MANDIRI tidak ada,uang yang ada di dompet tinggal 4 lembar pecahan 2 ribu 1 lembar pecahan 10 ribu dan 1 lembar pecahan 20 ribu terpaksa aku berjalan keluar terminal dengan jalan kaki dan ditemani dengan rintik-rintik air hujan dan sms dari Pecel Mbok Peny dan Melina,saat aku menemui jalan raya dan ingat betul itu yang sering di lewati bus eka yang arah Surabaya merupakan satu jalur dengan kampus UNS.saat itu aku berusaha keseberang jalan dan ternyata itu daerah Gilingan,tempat dimana banyak penjual handphone hasil curian ,aku hanya melihat sambil berjalan dan berusaha untuk menguping harga-harga HP yang di tawarkan disana.sembari istirahat dan bertanya arah menuju kampus UNS,aku mengisi perut di pedagang kaki lima yang menjual mie ayam dan bakso.semangkok mie ayam dan 1 gelas es panas telah lenyap di perut..saatnya meneruskan petualangan lagi di kota solo,karena minim dana mau tidak mau aku harus jalan kaki menuju ke kampus UNS.

            Sms peny dan Melina pun selalu menyertai jalanku, jalan yang sering aku lewati tapi malam ini terasa asing bagiku.gelap dan sunyi..tidak ada seseorang yang menemaniku untuk saling bercanda gurau * biasanya si wahyu….si peny dan Melina selalu menyarankanku untuk naik taxi atau becak,tapi semua itu tidak aku lakukan mengingat uang di dompet sudah kembang kempis.setapak demi setapak aku pijakan di jalan raya yang gelap dan sepi,aku merasa asing di kota ini tidak ada satupun orang yang menawarkanku untuk bareng dengan dia,apa aku dikira seorang pemulung atau gelandangan ya,apa mereka semua begitu jijik dengan aku,apa aku kelihatan seperti seorang penjahat ?? …terus berjalan sambil sms peny dan Melina,seorang adik baru yang begitu perhatian terhadapku sampai dia merasa bingung terhadap keadaanku.jalanan yang sepi itu terus aku rasakan,sambil menikmati rintikan air hujan yang mulai membasahi jaketku dan tubuhku.wajahkupun penuh dengan keringat yang tak pernah ada hentinya,terus berjalan sampai menemukan tulisan arah Surabaya…yang pasti kampus UNS itu searah dengan Surabaya.selalu update posisi dengan si Melina,membuatku tidak sendiri di malam ini,yah…jalanan solo memang memeberikan gambaran sendiri , budaya jawa yang sangat kental memang terasa,terbukti selama aku berjalan,aku temui suara alunan music jawa dan karawitan di salah satu perkampungan,mungkin itu tidak akan pernah aku temui di semarang atau nganjuk.tidak terasa sudah hampir 30 menit aku jalan kaki menemukan titik temu dan kebahagiaan akn segera datang…eaaah…kutemui tulisan PEDARINGAN sebuah pangkalan truck dan itu berarti akn segera sampai di tujuanku yaitu kampus UNS..selang berapa menit aku berjalan sesuai dengan arahan si Melina “ kalau abang belok kiri nanti tembusnya gerbang belakan,tapi jika lampu merah lurus maka tembusnya gerbang depan kampus “.aku ambil yang belok kiri ,aku pikir lebih dekat dan lebih sepi untuk para pejalan kaki sepertiku…beberapa menit berlalu kutemukan kampus ISI (institute kesenian Indonesia ).kupandangi terus kampus yang megah itu,ternyata lagi ada pertunjungan wayang kulit.ya budaya jawa yang masih populer di sebuah kota kesultanan yang bernama solo,jika kota di Indonesia sering melakukan pertunjukan budaya seperti di solo yang pasti budaya kita tidak akan di ambil alih oleh Negara lain.negara yang begitu banyaknya budaya dan adat istiadat kok bisa dikatan miskin ? SALAH BESAR.

            Singakat cerita kutemui sebuah atm mandiri di belakan kampus uns,dan aku bergegas masuk untuk mengambil uang yang tersisa diatm.tak terasa sekitar 40 menit aku berjalan kaki dari terminal tirtonadi ke kampus UNS… menikamti kelelahan di malam ini sambil minum AMDK yang aku beli di toko deket ATM..selang beberapa menit sang pahlawan datang untuk menjemputku..Wahyu Basuki ..hahahahah
             Malam yang begitu penuh dengan cerita,penuh dengan perjuangan..malam dimana aku bisa berjalan kaki menikmati ciptaan ALLAH.seandainya aku terlahir tanpa kedua kaki,bagaimana aku bisa berjalan sejauh ini,jika aku tidak bisa melihat bagaimana aku bisa tahu tulisan papan arah jalan,jika aku tidak punya mulut bagaimana aku bisa bertanya dengan orang untuk sampai di kampus UNS.semua adalah karena ALLAH SWT,,,sungguhnya ciptaanya sangat luar biasa..dan Paraseagames adalah sebuah kejuaraan yang menurutku akan membuat kita ingat dengan allah swt.dan kita akn bersyukur di kasih organ tubuh yang lengkap.dan yang paling penting adalah bagaimana cara kita bisa menggunakan organ tubuh ini sesuai dengan sebagaimana mestinya dan harus menghasilkan presati dan karya yang harus bisa di banggakan…



Thanks buat kota solo
Maksih juga buat bis ISMO
Buat Wahyu,Melina dan peny
Buat semuanya yang hadir dalam malamku ini

Rabu, 14 Desember 2011

SADAR dengan Lingkungan "7 hari "

Setiap minggu adalah awal baru untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan.  Lakukan dengan gembira dan sadari bahwa setiap tindakan Anda membawa perubahan yang bermanfaat bagi alam.
Berikut tips untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan setiap hari, mulai hari Senin hingga hari Minggu.

Hari Senin – Menghindari Kertas:
Produksi kertas dari serat alami membutuhkan banyak energi dan air.  Proses produksi kertas juga melepaskan gas rumah kaca ke udara.  Anda bisa membantu menghemat kayu, air dan energi serta mengurangi polusi dan sampah jika Anda mau menggunakan kertas daur ulang atau memilih untuk tidak menggunakan kertas sama sekali .

Hari Selasa – Menghijaukan Kantor:
Ingatlah bahwa semua pekerjaan bisa menjadi kegiatan yang ramah lingkungan tergantung bagaimana kita menjalankannya.  Salah satu caranya adalah dengan menciptakan program cinta lingkungan dalam organisasi Anda dengan mengidentifikasi proyek serta wilayah “hijau” yang potensial.  Pendekatan lain adalah dengan menciptakan tempat kerja yang ramah lingkungan.  Cek artikel-artikel di situs ini mengenai cara menciptakan kantor yang ramah lingkungan.

Hari Rabu – Menghemat Air:
Air yang segar dan bersih menjadi isu penting tidak hanya di negara berkembang namun juga di seluruh dunia.  Setiap aspek kehidupan di muka bumi ini selalu berhubungan dengan air dan air juga berinteraksi langsung dengan konsep ramah lingkungan yang lain.  Belajarlah menggunakan air secara bijaksana untuk memperbaiki catatan penggunaan air (Water Footprint) Anda.

Kamis – Saatnya Berpetualang:
Coba moda transportasi yang berbeda.  Dengan menggunakan transportasi alternatif, Anda bisa membantu mengurangi pemakaian energi, menghemat sumber daya alam, mengurangi kemacetan, menghemat biaya (BBM dan parkir), serta mengurangi polusi udara.  Ada beberapa ide yang menyenangkan yang layak untuk Anda coba seperti berbagi tumpangan (carpool), naik bis, naik kereta, bersepeda atau bahkan bekerja dari rumah.

Jum’at – Bersenang-senang:
Babat pemborosan energi dengan praktik efisiensi: Departemen Energi AS menyatakan, barang-barang elektronik terus mengonsumsi listrik walau sudah dimatikan. Hampir 75% listrik yang dikonsumsi oleh barang elektronik dipakai saat perabot elektronik itu dalam keadaan mati (idle). Jadi terapkan praktik efisiensi energi yang ramah lingkungan untuk menghemat energi.

Sabtu – Mendaur Ulang Sampah:
Hindari menciptakan sampah, hancurkan atau daur ulang bila ada sampah yang tersisa.  Konsep ini adalah bagian dari prinsip 3 R: reduce (kurangi), reuse (pakai kembali) dan recycle (daur ulang).  Untuk mengetahui sampah-sampah apa yang bisa Anda hindari, tengok dan dan analisis sampah apa saja yang ada di tempat sampah Anda.

Minggu – Membersihkan Rumah dengan Cara yang Ramah Lingkungan:
Pembersih rumah biasa mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya. Ganti pembersih biasa dengan pembersih yang ramah lingkungan. Anda bisa memperbaiki kualitas udara dalam ruang sekaligus mengurangi produksi bahan-bahan kimia senilai US$8 miliar yang dikonsumsi oleh produsen pembersih ruangan.  Dengan menggunakan pembersih alami Anda akan bisa bernafas lega karena rumah Anda bebas dari bahan-bahan kimia beracun.

LEBAH hubunganya dengan CLIMATE CHANGE

Setiap musim hujan tiba, Haleka Shishay, penduduk distrik Tahtai Maichew di wilayah Tigray, Ethiopia, pergi meninggalkan desanya untuk mencari pekerjaan. Setelah lebah datang, kehidupannya berubah.
Kini, Shishay, 25, adalah pemilik sarang lebah dan telah mempunyai sumber pendapatan sendiri. Shishay adalah salah satu dari 600 pemuda tuna karya yang mengikuti pelatihan Climate Change Adaptation and Development Initiative (CC DARE), yang dilaksanakan bekerja sama dengan Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Program Pembangunan PBB (UNDP).
Inisiatif ini berupaya mengintegrasikan proyek-proyek adaptasi perubahan iklim di negara-negara Sub-Sahara dan negara-negara pulau kecil yang sedang berkembang.
Secara spesifik program CC DARE ingin mengatasi dampak perubahan iklim dan menciptakan keamanan pangan di Ethiopia melalui program peternakan lebah.
Proyek berdurasi satu tahun ini berfokus pada bisnis lebah dan penanaman pohon serta tanaman semak yang bisa membantu mengatasi perubahan iklim sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi pemuda dan petani tuna karya.
Beternak lebah ternyata tidak hanya bisa menjadi sumber pekerjaan namun juga menjadi solusi praktis jangka panjang mengatasi krisis pangan di Ethiopia. Kekeringan yang melanda wilayah Tanduk Afrika (Horn of Africa) telah berimbas pada Ethiopia, negara yang lebih dari 85% penduduknya adalah petani.
Ternak lebah sudah tertulis dalam sejarah dan menjadi salah satu aktifitas ekonomi penting di Ethiopia. Namun penurunan kualitas tanah dan perubahan iklim telah membawa ancaman serius bagi bisnis lebah ini.
Beternak lebah bisa menjadi bisnis yang kompleks. Serangga adalah duta penyerbukan terpenting di muka bumi. Sebagian besar tanaman yang menjadi sumber keamanan pangan dunia diserbukkan oleh lebah. Dari 100 spesies tanaman yang menyumbang 90% pangan dunia, 70 spesies diserbukkan dengan bantuan lebah.
Namun lebah sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan intervensi manusia, seperti melalui penggunaan insektisida. Saat terjadi krisis pangan, saat itu pula lebah sulit untuk ditemui.

Krisis yang terjadi saat ini di wilayah Tanduk Afrika seperti di Ethiopia, Kenya dan Somalia, dimana lebih dari 12 juta orang sangat kekurangan pangan dan air bersih, mengingatkan kita akan pentingnya peternakan lebah bagi keamanan pangan dan kemandirian ekonomi.

Laporan UNEP berjudul “Global Bee Colony Disorders an Other Threats to Insect Pollinators”, yang diterbitkan awal tahun ini menyebutkan, ada beberapa ciri perubahan kondisi kehidupan di muka bumi akibat ulah manusia.
Laporan ini menggarisbawahi bahwa lebah adalah indikator awal meluasnya dampak perubahan iklim dalam kehidupan binatang dan tanaman.
Hal ini karena koloni lebah sulit beradaptasi dengan lingkungan baru yang lebih luas, juga terhadap perubahan iklim. Bahan makanan lebah juga lebih cepat musnah saat terjadi kekeringan.
Dalam proyek CC DARE sebanyak 1.000 tanaman semak dan pohon serba guna telah ditanam. Tanaman-tanaman ini adalah sumber pangan penting bagi lebah dan bisa mengurangi dampak perubahan iklim dan masalah lain seperti hilangnya sumber air.

Proyek ini melatih pemuda tuna karya dan petani untuk mengembangkan bisnis lebah, memroduksi madu, sarang lebah dan lilin dari lebah. Kesuksesan program pelatihan selama enam bulan ini mendorong Lembaga Perlindungan Lingkungan Ethiopia menciptakan program serupa untuk wilayah-wilayah lain negara ini.
Proyek CC DARE juga berkoordinasi dengan Program Adaptasi Nasional pemerintah (National Action Program for Adaptation, NAPA), membantu mereka mengurangi kemiskinan di negara tersebut.


Sumber: Program Lingkungan PBB (Unep)