Kamis, 15 Desember 2011

Bolang SOLO Part 1


Mungkin ini bukan perjalanan atau liburan pertamaku ke solo,tapi aku ingin menulis sedikit pengalaman di malam ini,dimalam yang mebuatku semakin tahu dan merasakan menjadi seorang backpacker sejati,ya ngebolang di negeri sendiri di sebuah kota yang terkenal dengan budayanya,kota yang masih kental dengan sistem kerajanan dan sultan sebagai pemegang kekuasaan penuh,SURAKARTA…semua itu berawal dari sebuah tugas bahasa Indonesia yang di berikan oleh seorang dosen galak dan sinis,mungkin memang semua ini adalah kesalahanku . dari 14 kali pertemuan kuliah aku hanya tercatat masuk kuliah 6 kali saja..bayangkan  Cuma 6 KALI,apa itu dulu sebabnya saya mendapatkan nilai C…ah tidak usah di bahas lagi soal nilai serasa sensitif dan pengen membakar buku kuliah abunya di seduh di air dan di minum supaya materi dan bahan ujian bisa langsung ada di otak * kambali ke mindset SMA

            Tepat pukul jam 17.00 WIB aku sms seorang teman sebut saja wahyu,sahabat yang aku kenal saat di perkumpulan mahasiswa kota Nganjuk (KEMANGI),selama ini dialah yang selalu menampung aku selama di solo,sudah seperti saudara sendiri.teman yang sering aku repotkan sejak 2 tahun lalu,padahal dia main kesemarang saja Cuma 2 kali sedangkan aku main ke solo sudah berapa kali,tak terhingga sampai lupa aku..saat itu aku menanyakan soal tiket masuk untuk melihat Open Ceremony PARASEAGAMES,dan saat kami berbicang masalah tiket dia tidak mendapatkan tiket satupun dan katanya juga ada seorang calo yang menjual tiket 20rb/tiket,dan saat itu juga aku sms si Melina seorang teman baru yang aku kenal sekitar 2 minggu yang lalu di acara Young Leaders Summit,dia bilang kalau sudah mendapatkan tiket secara gratis dan aku langsung sms wahyu lagi ternyata saat sampai pukul jam 17.30 Wib tidak ada respon sama sekali.obrolanku berlanjut dengan Melina dan peny ( sahabat Melina ),peny adalah teman baruku yang juga kenal di acara Young Leaders Summit..cewek kecil yang sangat rempong ini adalah seorang LO di Paraseagames,gimana tidak rempong acara di bogor selama 3 hari saja dia membawa koper baru yang masih ada capnya dan besarnyapun Luar Biasa.

            Tepat pukul 17.30 Wib setelah shalat magrib aku langsung menuju sukun untuk menacari bus jurusan solo bersama 3 temanku,selama perjalanan aku tetap smsan sama Melina dan peny Tanya soal Opening Ceremony dan transportasi dari tertonadi ke stadion Manahan.selang beberapa lama aku smsan sama kedua anak ajaib itu,telah sampailah di terminal Tirtonadi.suasana yang sudah tidak asing lagi,baru 4 hari yang lalu aku berada disini ,saat transit dari Nganjuk menuju Semarang.guyuran air hujanpun juga memberikan suasana beda di malam inu,ya bisa di bilang malam romantis yang akan aku lalui di kota SOLO,dan tidak akan pernah terlupakan…hahahah,setelah sampai di solo saya dengan 3 teman saya pisah..setelah mereka memutuskun pergi kemanahan aku berniat langsung cari tumpangan untuk menginap, mungkin cari teman-teman yang kuliah di UNS,tapi saat aku meminta bantuan si Melina dan peny tak satupun teman dia yang meresponya *GALAU TINGKAT DEWA

            Walaupun belum ada tujuan yang jelas kaki ini berusaha aku pijakan di lantai terminal yang keliatan kumuh sekali,kaki ini mulai berjalan keluar terminal yang ada di samping kanan atau sebelah timur terminal.banyak para tukang ojek,tukang becak dan sopir taksi yang menawarkan jasanya tapi semua itu tidak aku hiraukan karena saat itu aku mencari sebuah ATM MANDIRI tidak ada,uang yang ada di dompet tinggal 4 lembar pecahan 2 ribu 1 lembar pecahan 10 ribu dan 1 lembar pecahan 20 ribu terpaksa aku berjalan keluar terminal dengan jalan kaki dan ditemani dengan rintik-rintik air hujan dan sms dari Pecel Mbok Peny dan Melina,saat aku menemui jalan raya dan ingat betul itu yang sering di lewati bus eka yang arah Surabaya merupakan satu jalur dengan kampus UNS.saat itu aku berusaha keseberang jalan dan ternyata itu daerah Gilingan,tempat dimana banyak penjual handphone hasil curian ,aku hanya melihat sambil berjalan dan berusaha untuk menguping harga-harga HP yang di tawarkan disana.sembari istirahat dan bertanya arah menuju kampus UNS,aku mengisi perut di pedagang kaki lima yang menjual mie ayam dan bakso.semangkok mie ayam dan 1 gelas es panas telah lenyap di perut..saatnya meneruskan petualangan lagi di kota solo,karena minim dana mau tidak mau aku harus jalan kaki menuju ke kampus UNS.

            Sms peny dan Melina pun selalu menyertai jalanku, jalan yang sering aku lewati tapi malam ini terasa asing bagiku.gelap dan sunyi..tidak ada seseorang yang menemaniku untuk saling bercanda gurau * biasanya si wahyu….si peny dan Melina selalu menyarankanku untuk naik taxi atau becak,tapi semua itu tidak aku lakukan mengingat uang di dompet sudah kembang kempis.setapak demi setapak aku pijakan di jalan raya yang gelap dan sepi,aku merasa asing di kota ini tidak ada satupun orang yang menawarkanku untuk bareng dengan dia,apa aku dikira seorang pemulung atau gelandangan ya,apa mereka semua begitu jijik dengan aku,apa aku kelihatan seperti seorang penjahat ?? …terus berjalan sambil sms peny dan Melina,seorang adik baru yang begitu perhatian terhadapku sampai dia merasa bingung terhadap keadaanku.jalanan yang sepi itu terus aku rasakan,sambil menikmati rintikan air hujan yang mulai membasahi jaketku dan tubuhku.wajahkupun penuh dengan keringat yang tak pernah ada hentinya,terus berjalan sampai menemukan tulisan arah Surabaya…yang pasti kampus UNS itu searah dengan Surabaya.selalu update posisi dengan si Melina,membuatku tidak sendiri di malam ini,yah…jalanan solo memang memeberikan gambaran sendiri , budaya jawa yang sangat kental memang terasa,terbukti selama aku berjalan,aku temui suara alunan music jawa dan karawitan di salah satu perkampungan,mungkin itu tidak akan pernah aku temui di semarang atau nganjuk.tidak terasa sudah hampir 30 menit aku jalan kaki menemukan titik temu dan kebahagiaan akn segera datang…eaaah…kutemui tulisan PEDARINGAN sebuah pangkalan truck dan itu berarti akn segera sampai di tujuanku yaitu kampus UNS..selang berapa menit aku berjalan sesuai dengan arahan si Melina “ kalau abang belok kiri nanti tembusnya gerbang belakan,tapi jika lampu merah lurus maka tembusnya gerbang depan kampus “.aku ambil yang belok kiri ,aku pikir lebih dekat dan lebih sepi untuk para pejalan kaki sepertiku…beberapa menit berlalu kutemukan kampus ISI (institute kesenian Indonesia ).kupandangi terus kampus yang megah itu,ternyata lagi ada pertunjungan wayang kulit.ya budaya jawa yang masih populer di sebuah kota kesultanan yang bernama solo,jika kota di Indonesia sering melakukan pertunjukan budaya seperti di solo yang pasti budaya kita tidak akan di ambil alih oleh Negara lain.negara yang begitu banyaknya budaya dan adat istiadat kok bisa dikatan miskin ? SALAH BESAR.

            Singakat cerita kutemui sebuah atm mandiri di belakan kampus uns,dan aku bergegas masuk untuk mengambil uang yang tersisa diatm.tak terasa sekitar 40 menit aku berjalan kaki dari terminal tirtonadi ke kampus UNS… menikamti kelelahan di malam ini sambil minum AMDK yang aku beli di toko deket ATM..selang beberapa menit sang pahlawan datang untuk menjemputku..Wahyu Basuki ..hahahahah
             Malam yang begitu penuh dengan cerita,penuh dengan perjuangan..malam dimana aku bisa berjalan kaki menikmati ciptaan ALLAH.seandainya aku terlahir tanpa kedua kaki,bagaimana aku bisa berjalan sejauh ini,jika aku tidak bisa melihat bagaimana aku bisa tahu tulisan papan arah jalan,jika aku tidak punya mulut bagaimana aku bisa bertanya dengan orang untuk sampai di kampus UNS.semua adalah karena ALLAH SWT,,,sungguhnya ciptaanya sangat luar biasa..dan Paraseagames adalah sebuah kejuaraan yang menurutku akan membuat kita ingat dengan allah swt.dan kita akn bersyukur di kasih organ tubuh yang lengkap.dan yang paling penting adalah bagaimana cara kita bisa menggunakan organ tubuh ini sesuai dengan sebagaimana mestinya dan harus menghasilkan presati dan karya yang harus bisa di banggakan…



Thanks buat kota solo
Maksih juga buat bis ISMO
Buat Wahyu,Melina dan peny
Buat semuanya yang hadir dalam malamku ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar