Mungkin ini
bukan perjalanan atau liburan pertamaku ke solo,tapi aku ingin menulis sedikit
pengalaman di malam ini,dimalam yang mebuatku semakin tahu dan merasakan menjadi
seorang backpacker sejati,ya ngebolang di negeri sendiri di sebuah kota yang
terkenal dengan budayanya,kota yang masih kental dengan sistem kerajanan dan
sultan sebagai pemegang kekuasaan penuh,SURAKARTA…semua itu berawal dari sebuah
tugas bahasa Indonesia yang di berikan oleh seorang dosen galak dan
sinis,mungkin memang semua ini adalah kesalahanku . dari 14 kali pertemuan
kuliah aku hanya tercatat masuk kuliah 6 kali saja..bayangkan Cuma 6 KALI,apa itu dulu sebabnya saya
mendapatkan nilai C…ah tidak usah di bahas lagi soal nilai serasa sensitif dan
pengen membakar buku kuliah abunya di seduh di air dan di minum supaya materi
dan bahan ujian bisa langsung ada di otak * kambali ke mindset SMA
Tepat pukul jam 17.00 WIB aku sms
seorang teman sebut saja wahyu,sahabat yang aku kenal saat di perkumpulan
mahasiswa kota Nganjuk (KEMANGI),selama ini dialah yang selalu menampung aku
selama di solo,sudah seperti saudara sendiri.teman yang sering aku repotkan
sejak 2 tahun lalu,padahal dia main kesemarang saja Cuma 2 kali sedangkan aku
main ke solo sudah berapa kali,tak terhingga sampai lupa aku..saat itu aku
menanyakan soal tiket masuk untuk melihat Open Ceremony PARASEAGAMES,dan saat
kami berbicang masalah tiket dia tidak mendapatkan tiket satupun dan katanya juga
ada seorang calo yang menjual tiket 20rb/tiket,dan saat itu juga aku sms si
Melina seorang teman baru yang aku kenal sekitar 2 minggu yang lalu di acara Young Leaders Summit,dia bilang kalau
sudah mendapatkan tiket secara gratis dan aku langsung sms wahyu lagi ternyata
saat sampai pukul jam 17.30 Wib tidak ada respon sama sekali.obrolanku
berlanjut dengan Melina dan peny ( sahabat Melina ),peny adalah teman baruku
yang juga kenal di acara Young Leaders
Summit..cewek kecil yang sangat rempong ini adalah seorang LO di
Paraseagames,gimana tidak rempong acara di bogor selama 3 hari saja dia membawa
koper baru yang masih ada capnya dan besarnyapun Luar Biasa.
Tepat pukul 17.30 Wib setelah shalat
magrib aku langsung menuju sukun untuk menacari bus jurusan solo bersama 3
temanku,selama perjalanan aku tetap smsan sama Melina dan peny Tanya soal
Opening Ceremony dan transportasi dari tertonadi ke stadion Manahan.selang
beberapa lama aku smsan sama kedua anak ajaib itu,telah sampailah di terminal
Tirtonadi.suasana yang sudah tidak asing lagi,baru 4 hari yang lalu aku berada
disini ,saat transit dari Nganjuk menuju Semarang.guyuran air hujanpun juga memberikan
suasana beda di malam inu,ya bisa di bilang malam romantis yang akan aku lalui
di kota SOLO,dan tidak akan pernah terlupakan…hahahah,setelah sampai di solo
saya dengan 3 teman saya pisah..setelah mereka memutuskun pergi kemanahan aku
berniat langsung cari tumpangan untuk menginap, mungkin cari teman-teman yang
kuliah di UNS,tapi saat aku meminta bantuan si Melina dan peny tak satupun
teman dia yang meresponya *GALAU TINGKAT DEWA
Walaupun belum ada tujuan yang jelas
kaki ini berusaha aku pijakan di lantai terminal yang keliatan kumuh
sekali,kaki ini mulai berjalan keluar terminal yang ada di samping kanan atau
sebelah timur terminal.banyak para tukang ojek,tukang becak dan sopir taksi
yang menawarkan jasanya tapi semua itu tidak aku hiraukan karena saat itu aku
mencari sebuah ATM MANDIRI tidak ada,uang yang ada di dompet tinggal 4 lembar
pecahan 2 ribu 1 lembar pecahan 10 ribu dan 1 lembar pecahan 20 ribu terpaksa
aku berjalan keluar terminal dengan jalan kaki dan ditemani dengan
rintik-rintik air hujan dan sms dari Pecel Mbok Peny dan Melina,saat aku
menemui jalan raya dan ingat betul itu yang sering di lewati bus eka yang arah
Surabaya merupakan satu jalur dengan kampus UNS.saat itu aku berusaha
keseberang jalan dan ternyata itu daerah Gilingan,tempat dimana banyak penjual
handphone hasil curian ,aku hanya melihat sambil berjalan dan berusaha untuk
menguping harga-harga HP yang di tawarkan disana.sembari istirahat dan bertanya
arah menuju kampus UNS,aku mengisi perut di pedagang kaki lima yang menjual mie
ayam dan bakso.semangkok mie ayam dan 1 gelas es panas telah lenyap di
perut..saatnya meneruskan petualangan lagi di kota solo,karena minim dana mau
tidak mau aku harus jalan kaki menuju ke kampus UNS.
Sms peny dan Melina pun selalu
menyertai jalanku, jalan yang sering aku lewati tapi malam ini terasa asing
bagiku.gelap dan sunyi..tidak ada seseorang yang menemaniku untuk saling
bercanda gurau * biasanya si wahyu….si peny dan Melina selalu menyarankanku
untuk naik taxi atau becak,tapi semua itu tidak aku lakukan mengingat uang di
dompet sudah kembang kempis.setapak demi setapak aku pijakan di jalan raya yang
gelap dan sepi,aku merasa asing di kota ini tidak ada satupun orang yang
menawarkanku untuk bareng dengan dia,apa aku dikira seorang pemulung atau
gelandangan ya,apa mereka semua begitu jijik dengan aku,apa aku kelihatan
seperti seorang penjahat ?? …terus berjalan sambil sms peny dan Melina,seorang
adik baru yang begitu perhatian terhadapku sampai dia merasa bingung terhadap
keadaanku.jalanan yang sepi itu terus aku rasakan,sambil menikmati rintikan air
hujan yang mulai membasahi jaketku dan tubuhku.wajahkupun penuh dengan keringat
yang tak pernah ada hentinya,terus berjalan sampai menemukan tulisan arah
Surabaya…yang pasti kampus UNS itu searah dengan Surabaya.selalu update posisi
dengan si Melina,membuatku tidak sendiri di malam ini,yah…jalanan solo memang memeberikan
gambaran sendiri , budaya jawa yang sangat kental memang terasa,terbukti selama
aku berjalan,aku temui suara alunan music jawa dan karawitan di salah satu
perkampungan,mungkin itu tidak akan pernah aku temui di semarang atau
nganjuk.tidak terasa sudah hampir 30 menit aku jalan kaki menemukan titik temu
dan kebahagiaan akn segera datang…eaaah…kutemui tulisan PEDARINGAN sebuah
pangkalan truck dan itu berarti akn segera sampai di tujuanku yaitu kampus
UNS..selang berapa menit aku berjalan sesuai dengan arahan si Melina “ kalau
abang belok kiri nanti tembusnya gerbang belakan,tapi jika lampu merah lurus
maka tembusnya gerbang depan kampus “.aku ambil yang belok kiri ,aku pikir
lebih dekat dan lebih sepi untuk para pejalan kaki sepertiku…beberapa menit
berlalu kutemukan kampus ISI (institute kesenian Indonesia ).kupandangi terus
kampus yang megah itu,ternyata lagi ada pertunjungan wayang kulit.ya budaya
jawa yang masih populer di sebuah kota kesultanan yang bernama solo,jika kota
di Indonesia sering melakukan pertunjukan budaya seperti di solo yang pasti
budaya kita tidak akan di ambil alih oleh Negara lain.negara yang begitu
banyaknya budaya dan adat istiadat kok bisa dikatan miskin ? SALAH BESAR.
Singakat cerita kutemui sebuah atm
mandiri di belakan kampus uns,dan aku bergegas masuk untuk mengambil uang yang
tersisa diatm.tak terasa sekitar 40 menit aku berjalan kaki dari terminal
tirtonadi ke kampus UNS… menikamti kelelahan di malam ini sambil minum AMDK
yang aku beli di toko deket ATM..selang beberapa menit sang pahlawan datang
untuk menjemputku..Wahyu Basuki ..hahahahah
Malam yang begitu penuh dengan cerita,penuh
dengan perjuangan..malam dimana aku bisa berjalan kaki menikmati ciptaan
ALLAH.seandainya aku terlahir tanpa kedua kaki,bagaimana aku bisa berjalan
sejauh ini,jika aku tidak bisa melihat bagaimana aku bisa tahu tulisan papan
arah jalan,jika aku tidak punya mulut bagaimana aku bisa bertanya dengan orang
untuk sampai di kampus UNS.semua adalah karena ALLAH SWT,,,sungguhnya ciptaanya
sangat luar biasa..dan Paraseagames adalah sebuah kejuaraan yang menurutku akan
membuat kita ingat dengan allah swt.dan kita akn bersyukur di kasih organ tubuh
yang lengkap.dan yang paling penting adalah bagaimana cara kita bisa
menggunakan organ tubuh ini sesuai dengan sebagaimana mestinya dan harus
menghasilkan presati dan karya yang harus bisa di banggakan…
Thanks buat kota
solo
Maksih juga buat
bis ISMO
Buat
Wahyu,Melina dan peny
Buat semuanya
yang hadir dalam malamku ini


Tidak ada komentar:
Posting Komentar