Sabtu, 30 Juli 2011

BUMI SUDAH UZUR

Akhir-akhir ini, cuaca khususnya di semarang sungguh extreme. Sebentar panas, sebentar hujan deras dan sering juga disertai badai. Dan saat ini juga sedang banyak pembahasan tentang tenggelamnya semarang pada kurun waktu beberapa tahun lagi.

Pada saat saya mudik beberapa waktu lalu, saya sempat silaturahmi ke sebuah pedesaan di daerah NGANJUK. Ada seorang kakek berkata kepada saya : “dunyo iki wis tuwek, wis pikun. Wayahe panas kok malah udan. Biasane lek wis tuwek ndang mati”, yang artinya “Dunia / bumi ini sudah tua, waktunya kemarau kok jadi hujan. Biasanya kalau sudah tua, segera mati”. Serem ga tuh kata2 kakek tadi ?
Banyak orang khususnya wanita yang sibuk untuk bersolek agar tampil awet muda. Nah kenapa tidak kita lakukan untuk bumi ? Salut dengan Green Peace yang selalu mengkampanyekan tentang penyelamatan bumi.
Kita ga harus ikut green peace atau lembaga semacam itu, kita bisa memulai dari diri kita sendiri. Berikut beberapa hal yang menurut saya perlu kita kerjakan untuk menyelamatkan bumi (paling tidak mengerem proses global warming) :
1. Hemat Kertas.
a. Dengan tidak mencetak / print kertas ATM kalo hanya untuk cek saldo. Pembahasan tentang kertas ATM ini telah saya bahas tahun kemarin di sini
b. Mencetak / print dengan kertas bekas yang biasanya halaman belakangnya masih kosong, apabila terpaksa harus ngeprint hal yang dirasa perlu (seperlunya saja)
2. Hemat Air.
a. Khususnya kaum muslim, jangan terlalu membuka kran air pada saat wudhu. Saya perhatikan sebagian besar orang membuka kran air dengan lebar pada saat wudhu. Cukup kecil saja yang penting bagian yang harus dibasuh kena air. Karena banyak air yang dibuang apabila kran dibuka lebar2. Misalnya pada saat membasuh muka, pada saat kedua tangan membasuh muka maka air yang jatuh sangat banyak dan mubadzir
b. Usahakan membawa botol minum sendiri yang terbuat dari kaca atau yang bisa digunakan berkali2. Saya sangat bangga dengan Australia yang telah mencanangkan program ‘Bundy on Tap’. Australia telah melarang perusahaan air minum menggunakan botol plastik yang sekali pakai (seperti botol aqua sekarang ini). Australia mewajibkan warganya menggunakan botol yang bisa berkali2 pakai. Dengan itu, penggunaan plastik semakin mengecil. Australia juga menyediakan air minum gratis di jalan2 untuk warga yang kehausan. Kapan Indonesia bisa begitu ?
3. Hemat Listrik

a. Dengan mencabut perangkat2 yang tidak digunakan. Misalnya setelah selesai men-charge HP, cabut chargernya.
b. Bila meninggalkan rumah, cabut kabel2 yang tidak digunakan. Seperti TV, cabut kabel power dari colokan listriknya (jangan hanya mematikan power TV aja).
c. Gunakan AC secukupnya saja
d. Matikan lampu bila ruangan sudah terang karena sinar matahari

4. Kurangi Penggunaan Tisu
Gimana cara mengurangi penggunaan tisu? Belilah sapu tangan dan bawa kemana saja. Kenapa hemat tisu? Silakan dicari apa sih bahan baku dari tisu, kayu adalah salah satu jawabannya. Jadi lagi-lagi dengan menebang pohon.

5. Hemat Bahan Bakar
(point nomor 3 sudah termasuk hemat bahan bakar secara tak langsung).
Ga ada salahnya mencoba ‘bike to work’. Saya salut dengan pengendara motor di daerah Jogja. Pada saat itu hampir di semua perempatan (traffic light) apabila lampu merah, sebagian besar mereka mematikan mesin motornya. Padahal lampu merahnya tidak selama di Jakarta. Salut..
Dan tidak ada ruginya bila menggunakan kendaraan umum.
6. Tanam pohon di halaman rumah, apabila tidak punya halaman bisa tanam di pot saja. Apabila masih tidak bisa, cukup hemat energi dan berpartisipasi cegah global warming.
Mari selamatkan Bumi. Hanya bumi tempat tinggal kita. Hanya di bumi rumah kita berdiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar